Diary’S
Just another WordPress.com weblog

May
10

” Komputer kantor diserang virus ”

Satu hal yang ingin saya tanya, kenapa komputer kantor bisa kenal virus?

yang harus disalahkan siapa? virusnya? OSnya? or pemakainya ?

kenapa kita harus mencari kambing hitam.

manager senior saya pernah cerita soal bos Toyota dan bos Nissan. kalau misalnya di depan kantor Nissan ada satu buah putung rokok, dan seandainya Bos Nissan yang pertama kali melihat, dia tidak akan bertanya, hanya cukup memberikan telada pada anak buahnya, yaitu dengan mengambil putung rokok tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

berbeda dengan Bos Toyota, dengan keadaan yang sama, yaitu ada putung rokok di depan kantor Toyota, dan kebetulan bos Toyota menemukan. dia tidak akan memberikan telada, tapi dia akan bertanya kenapa bisa putung rokok ada disini?

jawabnya bisa macam macam, mungkin karena angin, atau mungkin karena binatang, atau mungkin karena manusianya. begitu juga didalam pabrik Toyota dan ada seorang karyawan yang lupa membawa alat kerja, satu kelompok di line itu akan rapat, dan mendiskusikan soal karyawan yang lupa membawa alat kerja saja.

sama sama hal yang simple kan…

memang lebih mudah mencari kambing hitam daripada mencari titik masalahnya dimananya

-

May
09

Masuk ke dunia baru sudah menjadi hukumnya kalau kita tidak bisa apa apa. bahkan seorang pintar pun. saya percaya setiap orang orang baru, apalagi baru lulus dari SMU atau lulusan S1 sekalipun belum siap kerja. dan orang jepang menyadari hal hal tersebut. mereka tidak sama dengan orang Indonesia atau orang manapun juga.

seharusnya kita ju8ga begitu, kalau kita ingin bangsa Indonesia mau maju dan juga mau menciptakan manusia manusia yang akhirnya bisa bekerja. kalau kita menghitung jumlah lulusan dan dari sekian puluh juta lulusan yang ada, berapa persenkah yang sudah bisa bekerja ( dlm arti tidak perlu diajari lagi ).

mungkin karena jumlah lulusan dan plus orang yang mencari kerja itu banyak, makanya perusahaan di Indonesia hanya mau mencari orang yang bisa bekerja, bukan siap bekerja.

kata siap dan bisa mempunyai dua konotasi yang bekerja, orang yang bisa bekerja ya tanpa diajarinpun sudah bisa ( emang ada ???) sedangkan orang yang siap bekerja, belum tentu bisa bekerja, hanya keinginan saja yang siap.

untuk saya masuk ke perusahan yang  menerima saya “siap” bekerja dan bukan ” bisa” bekerja.

May
09

Beberapa hari ini saya mencoba mengingat masa masa diUjungpandang, mungkin karena hal hal tersebut membuat saya sedikit mundur ke waktu 10 tahun lalu.

masa masa di SMU saya punya teman dan juga teman teman ini yang membuat saya menjadi manusia yang sedikit lengkap. saya kenal Erika, tepatnya Tjan Erika Intri, Erika adalah anak bungsu dari 3 orang saudara yang semuanya cewek. tidak hanya Erika saja teman saya, ada Mihkel, Denny, juliana, Charles.. dan masih banyak lagi.

Masa masa diSMU kartika ini, saya sedikit bahagia, nilai nilai ujian saya tidaklah Jelek Jelek abis, bahkan saya sering masuk 10 besar. mungkin satu hal, saya tidak pernah bisa mengalahkan Tjan Erika Intri, dia begitu perkasa, walaupun akhirnya saya tahu dia sering membuat curang dikelas.

membuat curang suatu hal yang kurang bagus, bagi saya buat apa mendapatkan nilai nilai baik kalau didapat dengan cara yang curang.

Selama di SMU, saya juga ikut les di bimbingan belajar, kebetulan yang punya masih satu kampus dan satu jurusan dengan kakakku di UNHAS.

Bukan karena itu saya bergabung dengan bimbingan belajar itu, saya bergabung karena saya ingin masuk tempat kuliah yang bagus dan juga bermutu. saya percaya ( waktu itu ) bahwa masuk ke kampus yang bermutu membuat saya bisa mendapatkan kerja yang baik juga.

—– to be continue

May
06

Hari ini,  saya coba makan di restoran italia yang bernama PAPAGENO, tentunya kalau kita sudah bicara soal makanan italia tidak jauh dari yang namanya sepagetti atau pizza. Menurut saya, makanan yang ada di PAPAGENO itu sangat biasa dan cenderung tidak enak.
Sebelum saya bicara jauh soal PAPAGENO, saya ingin menjelaskan dikit soal sistem yang berlaku di PAPAGENO. Restoran PAPAGENO mengunakan sistem baikkin, yaitu makan sepuasnya tanpa waktu yang dibatasin. Dan waktu bukannya dari jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Saya kenal bentuk restoran yang lain, namanya rakuen yakiniku, dan sistemnya pun hampir sama, kalau di rakuen yakiniku, dibatasin hanya 90 menit.
Restoran yang seperti ini biasanya banyak dikunjungin oleh orang orang asing yang mungkin porsi makannya juga banyak, tapi tidak hanya orang asing, orang jepang juga suka dengan sistem yang seperti ini apalagi kalau berkeluarga banyak.
Hari ini saya ingin bicara soal makanan yang berada di PAPAGENO, mungkin ini sangat subjektif sekali apalagi saya datang dari Indonesia yang mungkin sedikit besar lidahnya terpengaruh dengan masakan Indonesia, jelas lidah dan seleranya lebih nasionalis daripada siapapun juga.
Kalau dilihat restoran PAPAGENO, bentuknya cukup bagus, karena orang yang masak di restoran ini dan pengunjung saling menglihat, artinya kita bisa tahu kondisi dapur masaknya. Satu hal yang menurut saya unik dan juga bagus. Hal seperti ini pernah saya lihat di hanamaru udon, tapi kalau dilihat sedikit berbeda, hanamaru udon yang kelihatan hanya saat pelayannya melayani udon saja, sedangkan yang lain masih sangat tertutup.
Saya pikir ini penting sekali karena ini menyangkut interanksi antara pelanggan dan pegawai, itu baru keadaan dapurnya. Dan makanannya membentuk jalur 3 hexa, jalur satu berisi soup, spegetti( saya ihat spagettinya ada 3 macam ), gorengkan ayam, goreng roti dan masakan dari ikan, baris kedua, terdapat aneka ragam, roti bakar, salada, dan juga kue ( saya tidak ingat betul selada apa saja ) trus dibaris kedua ini juga terdapat buat, kue, puding, dan lain lain, sedangkan baris ke tiga merupakan counter minuman.
Didepan setiap counter makanan itu terdapat bermacam aneka piring dan sendok. Dan konsumer dipaksa untuk ngantri. Menurut saya susunan restorannya sangat bagus dan mendapatkan nilai 80.
berikutnya saya ingin membahaas soal makannya, menurut saya rasa yang diberikan itu terlanjur biasa dan sangat biasa sekali, rasa makanan keluarga, or masakan ibu ibu.
satu hal yang membuat kita pergi ke restoran, karena kita ingin merasakan citarasa lain dan tentunya enak, tidak hanya enak di pandang mata, tapi enak di lidah dan tentunya suasana memberikan rasa nyaman bagi pelanggan dan juga harus bersih
saya menulis hal hal tersebut diatas sesudah saya bekerja lama di bermacam restoran, tidak hanya restoran murah untuk pelajar, tapi restoran yang lumayan kelas atas. Walaupun cuma sebagai part time job. Waktu saya bekerja di rumah makan hanamaru udon, slogan mereka adalah: “ cepat, enak, dan murah” maklum saja, hanamaru udon menembak kelas pelajar, mungkin kalau di indonesia adalah bakso. Sedangkan restoran besar, cenderung menonjolkan rasa enak dan cepat, tentunya dengan harga yang lumayan mahal.
Itu tadi, setiap perusahaan restoran mempunyai bangsa pasar yang berbeda.
Manusia itu mempunyai kelas yang berbeda beda ( saya tidak suka menyebut kelas ) dan tentunya setiap kelas itu mempunyai tingkat ekonomi yang berbeda.hal ini tidak hanya ada berada diindonesia, tetapi di jepang juga. Saya pernah nonton film jepang yang berjudul “ ai-chan arigatou” disitu ada seorang tokoh wanita, yang menulis sms ke temannya “ manusia punya harga, dan kali ini harga saya hanya 20ribu yen “
PAPAGENO jelas menembak kelas biasa yang jumlah populasinya lebih banyak dibandingkan kelas atas atau kelas bawah.Review makan di PAPAGENO

bersambung…

May
06

dsc00039-1.jpgdsc00063-1.jpgdsc00065-1.jpgdsc00074-1.jpg

Apr
29

Hidup tidaklah sedemikian baik ketika pertama kali datang kesini, mungkin karena itu saya menjadi manusia yang lain daripada lain. Awalnya di sebuah daerah di ujung sulawesi sana, kira kira 15 tahun lalu. Saya yang datang dari kampung menjadi orang kota, mungkin sedikit kota, yah sedikit kota dibandingkan kampungku yang hanya menghasilkan beras, cengkeh, coklat dan juga hasil laut.
Bagaimana mungkin saya bisa pergi sedemikian jauh dari kampungku itu, sampai saat ini saya tidak pernah tahu, mungkin karena desakkan kemiskinan dan juga keinginan orangtuaku yang begitu ingin menyekolahkan anaknya tinggi tinggi. Iya, begitulah orangtuaku, dia daatang dari China, dan pada umur 12 tahun sudah menjadi anak angkat, dan begitu miskin. Hanya dengan bermodalkan dua kaki dan dua tangan orangtua datang ke indonesia. Begitu berani, begitu kuat saya mengagumi dia, mungkin karena hal hal demikian saya tidak pernah takut untuk pergi kemana saja, ketika darah ini telah mengalirnya…
Kampung…ku
saya menyebutnya demikian, mungkin karena nakal, akhirnya saya dimasukkan ke sekolah frater, sebenarnya bukan disekolah itu yang membuatku menjadi manusia baik, bukan karena suster suster itu yang membuat saya menjadi manusia baik. Jelas sebuah niat yang baik dan untuk menjadi baik saja yang membuat saya demikian kaku.
Masa masa dismp itu, saya kenal dengan namanya kelly, seorang cewek toraja yang cantik dan juga pintar, saya kenal thelda, semuanya orang toraja, mungkin karena hal hal pertemuan ini saya menjadi cinta pada orang toraja. Jelas, mereka cantik, waktu itu, mungkin landasan sebuah cinta adalah cantik. Jelas berbeda dengan saat ini, jelas manusia berubah menurutku.
Entah kenapa, saya tidak pernah mengucapkan kata cinta pada kelly, mungkin kadar maluku yang membuat saya menjadi demikian takut mengucapkan kata cinta, kata kata love sedemikian susah keluar dari mulutku.
Akhir kami berpisah, karena kelulusan dan juga karena kami berbeda angkatan, kelly adalah adik kelasku dan mungkin karena perbedaan itu yang membuat saya dikit malas punya pacar.
Waktu selama di makassar. kami, kenapa saya menyebut kata kami, tidak hanya aku, ini karena saya tinggal dengan kakakku disana, seorang kakak cewek yang begitu pelit, mungkin karena kepelitannya membuat saya tidak betah dengan dia, sebenarnya wajah dia pelit, waktu itu kami masih miskin dan juga masih belum ada duit sama sekali, kami masih seperti anak anak yang belum punya kepercayaan diri, karena kemiskinan dan juga hinaan orang akan keluargaku.
Tidak tahu kenapa, kami sekeluarga bisa mengirimkan anak anaknya jauh keluar kampung, padahal orangtuaku hanyalah seorang pembuat roti dan kue, yang waktu itu hanyanya cuma 100 rupiah, bagaimana mungkin kami bisa hidup dengan duit yang sedemikian dikit, belum untuk kami yang harus menyewa rumah di ujungpadang, belum untuk biaya hidup sehari hari kami, jelas sebuah ketidakmungkinan. Saya sendiri sempat tidak percaya pada keadaan itu. Kalau mungkin harus kembali ke pada kondisi masa itu mungkin kami sudah tidak sanggup lagi.
Ujungpandang.
Veteran utara
jalan mario 41
depan kantor telkom…
itulah alamat kami, alamat rumah kontrakkan kami, sebuah rumah petak 4 yang terisi aneka ragam anak daerah yang akhirnya menjadi sebuah kebhinekatunggal ika.
Saya masih ingat wajah wajah orang yang pernah tinggal di rumah petak itu, saya masih ingat mahasiswa mana yang pernah tinggal disana. Saya masih ingat dengan ibu Naga. Selama 6 tahun saya tinggal di ujungpandang, mungkin ibu naga mempunyai jasa bagi saya juga, iya, tentunya jasa ibu naga harus diingat dan mungkin suatu saat, saya akan ucapkan terima kasih.
Ibu naga adalah istri kedua seorang purn kolonel polisi, suaminya seorang polisi, mungkin selama menjadi polisi, dia banyak mempunyai harta, misalnya rumah.
Apakah ibu naga masih tinggal di ujungpandang???
gak tahu, saya tidak mempunyai informasi soal dia.
Selama di ujungpandang, saya mengenal beberapa daerah, waktu itu saya sudah masuk sma, dan sudah mendapatkan izin untuk membawa motor, masa masa sma mungkin adalah masa masa yang paling indah, karena pertama, sudah bisa membawa motor ke sekolah dan juga sudah mulai dikit bebas dibandingkan waktu masih di smp, jelas, masa masa yang paling indah yang pernah saya rasakan, waktu smu saya masuk ke sma kartika chandra kirana, sebuah smu swasta, dan kepala sekolahnya yuwono.
Yuwono juga adalah bekas guru kakak saya waktu les di sebuah bimbingan belajar di ujungpandang, satu hal, yuwono adalah dosen di sebuah perguruan tinggi yang bisa dibilang rangkap jabatan. Yang membuat kami kami berkesan pada yuwono adalah karena dia super galak dan juga super sok. Sebenarnya dia ingin kami baik saja, tidak menjadi manusia yang gagal, yang membuat manusia dihargai oleh manusia lain, karena tindakkan dan perbuatannya, bukan karena kekuasaannya.

To be continue…

Apr
29

Saat ini saya sudah pindah dari Toyohashi ( di propinsi aichi ) dan baru 2 minggu saya berada disini. komono cho ( Propinsi Mie ) merupakan kota ke 6 yang saya tinggal setelah beberapa kali pindah kota.
kesan setiap kota berbeda beda dan mungkin karena itu membuat saya terus menerus merasa menjadi orang baru, menemukan suasana baru dan juga bertemu dengan orang orang baru. Dan mungkin dikota ini saya akan lama karena saya mendapatkan kerja di komono cho.

Ketika pertama kali datang ke Jepang, saya tinggal diShizuoka, dan dikota ini saya kenal beberapa orang Indonesia, ada yang baik ada yang sifatnya jahat. dan mungkin karena itu menjadi trauma bagi saya untuk bergaul dengan mereka. Ketika kita bersatu dengan komunitas yang seharusnya melindungi kita, akan tetapi komunitas itu hanya menjadi pisau yang membahayakan kita, apakah kita harus tetap bertahan ?

saya kenal icha, kenal dona, dan beberapa orang indonesia yang mungkin kelihatan baik dimata tapi sesungguhnya mereka tidak baik.

Apr
18

Mungkin bulan depan saya baru bisa mengoprek ubuntu lagi. kenapa minggu depan??? karena saat ini saya hanya mempunyai satu buat Macbook. jadi tidak mungkin bisa dipakai untuk mengopreknya. menggunakan MacOSX membuat saya lama tidak mengoprek linux.

sampai saat ini saya belum bisa menggunakan beryl diatas ubuntu, ini dikarenakan spek komputer saya yang terlanjur rendah. 

Pertanyaan yang muncul adalah apa gunakan mengoprek ubuntu????

ada sebuah kesenangan disana, ada sebuah dunia di atas semua itu yang tidak mungkin bisa diukur dengan uang sekalipun. saya pikir dunia ubuntu bisa mengantikan kebiasaan manusia indonesia yang suka membajak. seandainya semua menggunakan linux ( tidak mesti ubuntu ), saya pikir kita bisa membebaskan diri dari namanya windows atau OS buatan Microsoft yang harganya selangit itu.

kenapa saya menyukai ubuntu???

saya sudah sering menggukan linux dari redhat zaman baheula sampai CentOS. semua begitu tidak manis di mata saya, saya menyukai ubuntu karena saya suka dengan kesan pertama, mungkin karena itu adalah cinta pertama kali….

Apr
16

Seharus saya harus lebih berhati hati dalam melakukan tindakkan dan ucapan. semua hal yang keluar dari mulut saya akan sangat mungkin membahayakan diri saya sendiri. pengalaman selama dijepang membuat saya harus belajar tidak mudah menganggap semua teman itu betul-betul ingin berteman dengan saya. saya melihat ada gejala tidak baik di ryou. mungkin karena jumlah penghuni dan interaksi antara penghuni cukup besar.

hal hal yang perlu di renungin…

1  don’t talk so much

2. don’t enter another rooms.

etc

Apr
15

Kemarin dulu saya baru pesan CD ubuntu 7.04 dari  https://shipit.ubuntu.com/ 

sudah gak tahan ingin memakai ubuntu versi baru ini.