Hidup tidaklah sedemikian baik ketika pertama kali datang kesini, mungkin karena itu saya menjadi manusia yang lain daripada lain. Awalnya di sebuah daerah di ujung sulawesi sana, kira kira 15 tahun lalu. Saya yang datang dari kampung menjadi orang kota, mungkin sedikit kota, yah sedikit kota dibandingkan kampungku yang hanya menghasilkan beras, cengkeh, coklat dan juga hasil laut.
Bagaimana mungkin saya bisa pergi sedemikian jauh dari kampungku itu, sampai saat ini saya tidak pernah tahu, mungkin karena desakkan kemiskinan dan juga keinginan orangtuaku yang begitu ingin menyekolahkan anaknya tinggi tinggi. Iya, begitulah orangtuaku, dia daatang dari China, dan pada umur 12 tahun sudah menjadi anak angkat, dan begitu miskin. Hanya dengan bermodalkan dua kaki dan dua tangan orangtua datang ke indonesia. Begitu berani, begitu kuat saya mengagumi dia, mungkin karena hal hal demikian saya tidak pernah takut untuk pergi kemana saja, ketika darah ini telah mengalirnya…
Kampung…ku
saya menyebutnya demikian, mungkin karena nakal, akhirnya saya dimasukkan ke sekolah frater, sebenarnya bukan disekolah itu yang membuatku menjadi manusia baik, bukan karena suster suster itu yang membuat saya menjadi manusia baik. Jelas sebuah niat yang baik dan untuk menjadi baik saja yang membuat saya demikian kaku.
Masa masa dismp itu, saya kenal dengan namanya kelly, seorang cewek toraja yang cantik dan juga pintar, saya kenal thelda, semuanya orang toraja, mungkin karena hal hal pertemuan ini saya menjadi cinta pada orang toraja. Jelas, mereka cantik, waktu itu, mungkin landasan sebuah cinta adalah cantik. Jelas berbeda dengan saat ini, jelas manusia berubah menurutku.
Entah kenapa, saya tidak pernah mengucapkan kata cinta pada kelly, mungkin kadar maluku yang membuat saya menjadi demikian takut mengucapkan kata cinta, kata kata love sedemikian susah keluar dari mulutku.
Akhir kami berpisah, karena kelulusan dan juga karena kami berbeda angkatan, kelly adalah adik kelasku dan mungkin karena perbedaan itu yang membuat saya dikit malas punya pacar.
Waktu selama di makassar. kami, kenapa saya menyebut kata kami, tidak hanya aku, ini karena saya tinggal dengan kakakku disana, seorang kakak cewek yang begitu pelit, mungkin karena kepelitannya membuat saya tidak betah dengan dia, sebenarnya wajah dia pelit, waktu itu kami masih miskin dan juga masih belum ada duit sama sekali, kami masih seperti anak anak yang belum punya kepercayaan diri, karena kemiskinan dan juga hinaan orang akan keluargaku.
Tidak tahu kenapa, kami sekeluarga bisa mengirimkan anak anaknya jauh keluar kampung, padahal orangtuaku hanyalah seorang pembuat roti dan kue, yang waktu itu hanyanya cuma 100 rupiah, bagaimana mungkin kami bisa hidup dengan duit yang sedemikian dikit, belum untuk kami yang harus menyewa rumah di ujungpadang, belum untuk biaya hidup sehari hari kami, jelas sebuah ketidakmungkinan. Saya sendiri sempat tidak percaya pada keadaan itu. Kalau mungkin harus kembali ke pada kondisi masa itu mungkin kami sudah tidak sanggup lagi.
Ujungpandang.
Veteran utara
jalan mario 41
depan kantor telkom…
itulah alamat kami, alamat rumah kontrakkan kami, sebuah rumah petak 4 yang terisi aneka ragam anak daerah yang akhirnya menjadi sebuah kebhinekatunggal ika.
Saya masih ingat wajah wajah orang yang pernah tinggal di rumah petak itu, saya masih ingat mahasiswa mana yang pernah tinggal disana. Saya masih ingat dengan ibu Naga. Selama 6 tahun saya tinggal di ujungpandang, mungkin ibu naga mempunyai jasa bagi saya juga, iya, tentunya jasa ibu naga harus diingat dan mungkin suatu saat, saya akan ucapkan terima kasih.
Ibu naga adalah istri kedua seorang purn kolonel polisi, suaminya seorang polisi, mungkin selama menjadi polisi, dia banyak mempunyai harta, misalnya rumah.
Apakah ibu naga masih tinggal di ujungpandang???
gak tahu, saya tidak mempunyai informasi soal dia.
Selama di ujungpandang, saya mengenal beberapa daerah, waktu itu saya sudah masuk sma, dan sudah mendapatkan izin untuk membawa motor, masa masa sma mungkin adalah masa masa yang paling indah, karena pertama, sudah bisa membawa motor ke sekolah dan juga sudah mulai dikit bebas dibandingkan waktu masih di smp, jelas, masa masa yang paling indah yang pernah saya rasakan, waktu smu saya masuk ke sma kartika chandra kirana, sebuah smu swasta, dan kepala sekolahnya yuwono.
Yuwono juga adalah bekas guru kakak saya waktu les di sebuah bimbingan belajar di ujungpandang, satu hal, yuwono adalah dosen di sebuah perguruan tinggi yang bisa dibilang rangkap jabatan. Yang membuat kami kami berkesan pada yuwono adalah karena dia super galak dan juga super sok. Sebenarnya dia ingin kami baik saja, tidak menjadi manusia yang gagal, yang membuat manusia dihargai oleh manusia lain, karena tindakkan dan perbuatannya, bukan karena kekuasaannya.
To be continue…